Sabtu, 21 Februari 2015
Kurasa, Itu Modal Awal Kita Untuk Masa Depan..
Kamis, 05 Februari 2015
Mungkin, Ini Waktunya Untuk Mengalah
Ribuan, bahkan jutaan detik telah kita lalui bersama.
Beragam canda, juga derai tangis telah kita alami.
Sendu rasanya hati saat sedikit saja menjauh darimu.
Kosong rasanya tawa, juga canda ini saat tak ada dirimu di sisi.
Ingin rasanya waktu berhenti, membiarkan kita menghabiskan setiap momen bersama..
Untuk sekarang, dan seterusnya.
Hari demi hari menjadi saksi bahwa hati kita pernah saling jatuh satu sama lainnya.
Helai dedaunan kering yang melambai tertiup angin juga menjadi saksi bahwa kita pernah saling tersipu malu saat saling menatap mata dalam-dalam.
Haruskah aku bertanya,
Ada apa sebenarnya dengan diri kita?
Ada apa sebenarnya?
Mengapa jantung seolah berdegub begitu kencang dan begitu tak beraturannya saat kita bertemu?
Mengapa sudut bibir seolah tertarik ke bawah saat satu dari kita mengucap "Sampai Jumpa" di ujung tiap pertemuan kita?
Mengapa mata seolah mendung dan memuntahkan lahar beningnya saat diri merasakan sesak rindu dalam dada?
Hati kita lebih tahu, kurasa.
Bahwa kita memang pernah menyayangi satu sama lain.
Hati kita lebih tahu, kurasa.
Bahwa kita memang benar-benar jatuh cinta saat itu.
Tapi, secepat itukah segalanya berubah?
Secepat itukah rasa sayang itu memudar?
Semudah itukah rasa cinta kita pupus dan menghilang?
Apa ini saatnya aku sadar kalau aku bukanlah wanita yang benar-benar kau impikan?
Atau apakah ini saatnya aku mengerti kalau aku bukanlah yang terbaik untukmu?
Apa ini saatnya aku menerima kenyataan kalau wanita lainlah yang sebenarnya lebih pantas untukmu?
Dan bukan aku?
Bukan.
Memang bukan.
Mungkin, memang benar,
Ini waktunya bagiku untuk mengalah..
Kamis, 29 Januari 2015
Karna Allah Yang Mempertemukan Kita
Sabtu, 24 Januari 2015
Saat Perempuan Terdiam dan Laki-Laki Merasa Ingin Mati
Kamis, 22 Januari 2015
Sebuah Malam dan Sebuah Rindu
Minggu, 18 Januari 2015
Aku, Jika Tanpamu
Jumat, 26 Desember 2014
ABK, Dunia dan Indonesia
Siapa yang sangka bahwa dunia kita saat ini dapat tetap terang benderang di kala malam adalah jasa dari seorang tunarungu? Thomas Alva Edison, pria berkebangsaan Amerika Serikat ini adalah tokoh dunia yang terkenal dengan penemuannya yaitu bola lampu listrik. Selain itu, dia juga yang memperbaiki sistem pada telegraf dan menemukan gramofon, alat putar lagu. Fakta yang jarang dikemukakan adalah Edison sudah mengalami gangguan pendengar saat usia kanak-kanak, dan secara teknis menjadi tunarungu ketika usia remaja.
Kita begitu takjub dengan harmoni musik klasik Ludwig Van Beethoven, seorang tunarungu. Komponis asal Jerman yang menciptakan Fur Elise ini memang baru menjadi tuli ketika usia dewasa. Akan tetapi yang membuatnya luar biasa adalah sebagian besar lagu-lagunya yang melegenda malah diciptakan setelah menjadi tunarungu.
Stephen William Hawkins yang dinobatkan sebagai manusia tercerdas dalam ilmu geofisika di abad ini, sesungguhnya juga adalah seorang paraplegia, atau kelumpuhan di sebagian besar anggota tubuh. Kondisinya tersebut tidak menghalangi dirinya sebagai seorang ilmuwan dan mengungkap sejarah fenomena alam semesta dalam teori Big Bang meski hanya duduk di atas kursi roda.
Pria asal Amerika Serikat yang disebut maestro fisika modern semula adalah seorang Tunagrahita. Karena kegigihan orang tuanya dalam memberikan supervisi dan dukungan, Einstein perlahan-lahan bangkit hingga akhirnya tampil sebagai ilmuwan terpenting dunia modern melampaui prestasi Isaac Newton.
Wanita bernama lengkap Helen Adams Keller ini lahir dalam keadaan bisu. tuli dan buta tumbuh menjadi anak yang cerdas juga berkat dukungan penuh orang tua dan guru pembimbingnya yang luar biasa bernama Anne Sullivan. Ia adalah seorang penulis, aktivis politik, dan juga dosen.
Masyarakat Inggris sebagai salah satu bangsa termaju di dunia sangat bangga dan tidak malu mempunyai David Blunkett sebagai Menteri Pendidikan dan Tenaga Kerja bahkan sempat menjadi Mendagri dalam pemerintahan perdana menteri Tony Blair, meski Blunkitt adalah seorang penyandang tunanetra sejak lahir dan dari keluarga miskin.
Amerika Serikat sangat bangga dan mengelu-elukan kehebatan Franklin Delano Roosevelt atas prestasinya yang begitu spektakuler menjadi pemimpin sekutu Barat yang sukses menaklukan NAZI Jerman dan Jepang. Presiden ke-32 Amerika Serikat ini mengendalikan para panglima militernya di medan tempur di atas kursi roda akibat polio yang dialami jauh sebelum menjadi Presiden. Selain itu, presiden yang terkenal dengan inisial FDR ini juga sukses menangani masalah ekonomi Amerika Serikat akibat The Great Depression dan menjadi satu-satunya presiden Amerika Serikat yang menjabat lebih dari 8 tahun.